Open Systems Interconnection (OSI) adalah sebuah refrensi model yang dibuat dan dikembangkan oleh International Organization for Standardization (ISO) untuk kompabilitas berbagai macam teknologi. Kenyataannya, pada saat ini OSI sekarang menjadi refrensi untuk mengkomunikasikan sebuah jaringan. Dan OSI Model ini bukan satu satu nya model jaringan. Tetapi merupakan salah satu dari sekian banyak model jaringan.
OSI Model ini terdiri dari 7 layer. Seperti gambar dibawah ini, masing2 Layer menjelaskan fungsinya di sebuah jaringan.

Di Layer 7 (Aplikasi) pada OSI Model, ada User Interface (Contohnya Web Browser). Layer 6 (Presentation) menangani bagaimana data akan ditampilkan (contohnya HTML). Sementara kita lagi buka browser, kadang komputer kita juga sedang melakukan pengiriman dan penerimaan data Email. Nah menjaga data dari aplikasi lain yang terpisah adalah pekerjaan di Layer 5(Session). Di Layer 4(Transport) kita temukan protocol untuk mentransfer data tersebut(Contohnya TCP), setelah itu di Layer 3(Network) kita temukan penentuan alamat yang logis yang di gunakan untuk penentuan jalur(contoh IP). Di Layer 2(Data link) kita temukan protokol jaringan seperti ethernet, dan yang paling bawah atau Layer 1(Physical) kita temukan pengkabelan (contoh RJ-45).
Seperti itulah kira2 penjelasan OSI Model pada gambar diatas. Mari kita liat lagi Satu persatu secara lebih detail.
OSI Layer 7: Application
OSI Application ini mengacu pada aplikasi yang melayani komunikasi. Pada saat programmer membuat software image editor, mereka nggak perlu perlu memikirkan untuk penambahan OSI Layer 7 ini. Karena Applikasi tersebut tidak berhubungan dengan komputer yang lainnya. Lain halnya dengan pembuat program FTP. Mereka harus menambahkan kemampuan komunikasi pada software tersebut.
Pada Layer 7 kita akan sering menemukan Telnet, FTP, HTTP, SMTP atau SSH.
OSI Layer 6: Presentation
Tujuan dari layer ini adalah mendefinisikan format data yang mewakili data tersebut. Contoh format data adalah ASCII, JPEG, GIF, TIFF, MPEG, dst,..
Mendefinisikan format data ini sangatlah penting. Contohnya sewaktu kita mengirim/menerima Email. Yang biasanya dalam format ASCII atau HTML. Apabila formatnya tidak terdefinisikan dengan baik, tentu saja email itu tidak bisa di baca.
OSI Layer 6 menyediakan layanan untuk Layer yang diatasnya. Dia memformat data yang akan dikirim melalui jaringan supaya applikasi yang menerima mengerti/memahami bahkan bisa memanipulasi data tersebut.
OSI Layer 5: Session
Session Layer mendefinisikan bagaimana memulai, mengontrol dan mengakhiri percakapan. Layer 5 ini menjamin komunikasi antara host, yang berarti bahwa menetapkan cara untuk mengatur sesi antara aplikasi.
Di Layer ini kita temukan SQL, NFS, RPC, dsb,.. Biasanya system operasi yang bertanggung jawab untuk Layer yang satu ini.
OSI Layer 4: Transport
Layer Transport menjamin pengelolaan circuit virtual antara host yang mampu mengkoreksi kesalahan. Ini berisikan serangkaian protokol dengan masalah-masalah transportasi antara host. Protokol-protokol ini dapat menyusun ulang aliran data paket jika tiba tiba rusak. Layer 4 juga bertanggung jawab atas data yang masuk dari aliran yang berbeda untuk aplikasi yang berjalan pada host yang sama.
Di Layer ini kita menemukan TCP, UDP dan SPX. Fitur penting di Layer ini adalah kemampuan untuk mengkoreksi kesalahan dan Flow Control dari Router. OSI Layer 4 menyediakan layanan untuk Layer 5, yang berarti bahwa setelah data diterima dan di atur kembali sedemikian rupa baru deh diberikan ke Layer diatasnya untuk penanganan. Layer 4 ini bertanggung jawab untuk membatasi kecepatan transmisi jaringan sehingga tidak terjadi flood. Ini disebut juga dengan Flow Control.
OSI Layer 3: Network
Layer 3 ini mendefinisikan pengiriman data dari ujung ke ujung (End-To-End). Agar compie dapat diidentifikasikan, Layer 3 mendefinisikan alamat secara logis (Contoh IP). OSI Layer 3 juga mendefinisikan bagaimana routing bekerja dan bagaimana rute dipelajari oleh router untuk pengiriman paket2. Juga mendefinisikan fragmentasi paket, dimana hal ini merupakan proses yang memecah paket ke unit yang lebih kecil agar dapat mengakomodasi media dengan ukuran yang lebih kecil (Maximum Transmission Packets MTU). Pada umumnya di Layer ini kita menemukan IP dan IPX. Ketika kita ngobrol tentang OSI Layer 3, kita harus berfikir tentang “Routing”. Sebagai contoh, Layer 3 adalah perangkat yang menjalankan protokol routing untuk lintasan.
Router membuat keputusan routing berdasarkan tabel routing yang mereka miliki. Tabel routing itu sendiri merupakan kumpulan aturan yang mendefinisikan kemana data harus pergi dan alamat tertentu dalam sebuah jaringan.
OSI Layer 2: Data Link
Layer 2 ini bertujuan untuk mentransfer data melalui media tertentu. Contoh, IEEE 802.3 yang merupakan protokol untuk ethernet, di temukan di OSI Layer 2. Hubs dan Switches juga merupakan perangkat Layer 2 yang mentransfer paket2 dari kabel tembaga. Pada Layer 2 ini kita akan menemukan protokol seperti ATM, Frame Relay, HDLC, PPP, FDDI, dsb,..
Akan tetapi, yang perlu kita pahami di Layer ini adalah bahwa OSI layer 2 menentukan bagaimana paket yang di kirim ke link komunikasi. Ketika kita ngobrol OSI layer 2, kita harus berfikir tentang “Switching”.
OSI Layer 1: Physical
Layer 1 berisi spesifikasi media fisik transmisi data yang digunakan protokol link layer. Layer 1 adalah tentang konektor, pin, arus listrik, modulasi cahaya, dan lain-lain. Pada Layer 1, kita menemukan 802,3 standart, yang memiliki definisi tentang pinout ethernet, panjang kabel, tegangan, dll Lebih itu, kita menemukan spesifikasi pengkabelan standar untuk RJ45, RJ48, V.35, V.24, dan bla bla,..
Ketika kita berbicara tentang lapisan 1, kita berpikir tentang “Kabel dan Konektor”.
Contoh Fungsi OSI
Misalnya kita didalam LAN kantor, dan kita pengen ngirim sebuah email.
Layer 7: Kita menggunakan email client(Cth: Outlook Express atau Thunderbird) yang memiliki fungsi SMTP dan POP3 menurut OSI layer 7(Application).
Layer 6: Kita mengirim email dalam format ASCII atau HTML. Si aplikasi kemudian membuat sebuah unit data yang diformat dalam ASCII atau HTML menurut OSI Layer 6 (Presentation).
Layer 5: Pesan email tersebut akan menggunakan Operating System untuk membuka sebuah sesi(Session) untuk komunikasi antar host menurut OSI Layer 5 (Session)
Layer 4: Sebuah soket TCP dengan server SMTP dibuka oleh sistem operasi. Virtual Circuit dibuka antara komputer kita dan server email dengan menggunakan TCP menurut OSI Layer 4 (Transport)
Layer 3: Komputer kita akan mencari alamat IP server SMTP sesuai dengan tabel routing dari sistem operasi. Jika tidak ketemu di dalam tabel routing, maka akan di teruskan ke router perusahaan/kantor tempat kita bekerja untuk menentukan jalur. Protocol IP inilah yang berada pada OSI Layer 3(Network).
Layer 2: Paket IP ditransformasikan ke frame ethernet menurut OSI Layer 2 (Data Link).
Layer 1: Frame ethernet dikonversikan ke sinyal-sinyal listrik yang dikirim sepanjang kabel CAT5 menurut OSI Layer 1(Physical).
gambaran lebih jelas mengenai OSI Layer…
7 Layer OSI
Model OSI terdiri dari 7 layer :
- Application
- Presentation
- Session
- Transport
- Network
- Data Link
- Physical
Apa yang dilakukan oleh 7 layer OSI ?

Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dicopot sesuai dengan layernya.
Model OSI
Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.
Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.
|
Model OSI
|
Keterangan
|
 |
Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.
|
 |
Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.
|
 |
Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”.
|
 |
Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling).
|
 |
Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.
|
 |
Data Link Layer: Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error.
|
 |
Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem. |
Persamaan Model OSI dan TCP/IP :
1) Keduanya memiliki layer (lapisan).
2) Sama – sama memiliki Application layer meskipun memiliki layanan yang berbeda.
3) Memiliki transport dan network layer yang sama.
4) Asumsi dasar keduanya adalah menggunakan teknologi packet switching.
5) Dua-duanya punya transport dan network layer yang bisa diperbandingkan.
6) Dua-duanya menggunakan teknologi packet-switching, bukan circuit-switching ( Teknologi Circuit-Switching digunakan pada analog telephone).
Perbedaan Model OSI dan TCP/IP :
1) TCP/IP menggabungkan presentation dan session layers kedalam application layers.
2) TCP/IP menggabungkan OSI-data link dan physical layers kedalam network access layer.
3) TCP/IP Protocol adalah standar dalam pengembangan internet.
Prinsip Kerja OSI Layer :
Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dicopot sesuai dengan layernya. Dari masing-masing layer mempunyai tugas tersendiri demi kelancaran data yang akan dikirimkan.
Prinsip Kerja TCP/IP :
- Untuk memindahkan data antara dua komputer yang berbeda dalam suatu jaringan yang terdiri dari banyak komputer, dibutuhkan alamat tujuan dan perantara untukmemindahkan sinyal elektronik pembentuk data secara aman dan langsung.
- Internet menggunakan protokol untuk menjamin sampainya data secara aman di tempat tujuan.
- Saat seorang pengguna Internet mengirim sekelompok teks ke mesin lain, TCP/IP mulai bekerja. TCP membagi teks tersebut menjadi paket-paket data kecil, menambahkan beberapa informasi (dapat dianggap sebagai pengiriman barang), sehingga computer penerima memastikan bahwa paket yang diterimanya tidak mengalami kerusakan sepanjang pengiriman. IP menambahkan label yang berisikan informasi alamat pada paket tersebut.
- Deretan paket-paket TCP/IP berjalan menuju tujuan yang sama dengan menggunakan berbagai jalur yang berbeda. Sebuah perangkat khusus yang disebut router dipasang di titik persimpangan antar jaringan dan memutuskan jalur mana yang paling efisien yang menjadi langkah berikut dari sebuah paket. Router membantu mengatur arus lalu lintas di Internet dengan membagi beban, sehingga menghindari kelebihan beban pada suatu bagian dari sistem yang ada.
- Saat paket-paket TCP/IP tiba di tempat tujuannya, komputer akan membuka label alamat IP lalu menggunakan daftar pengiriman yang ada pada paket TCP untuk memeriksa apakah ada kerusakan paket yang terjadi selama pengiriman, dan menyusun kembali paket-paket tsb menjadi susunan teks seperti aslinya. Saat komputer penerima menemukan paket yang rusak, komputer tsb akan meminta komputer pengirim untuk mengirim salinan baru dari paket yang rusak.
- Sebuah perangkat khusus yang disebut gateway memungkinkan beragam tipe jaringan yang ada di horison elektronik untuk berkomunikasi dengan Internet menggunakan TCP/IP. Gateway menerjemahkan protokol asli jaringan komputer tersebut menjadi TCP/IP dan sebaliknya.
- Bagi seorang pemakai, Internet hadir seperti jaringan global raksasa yang tidak terbatas, yang langsung merespon jika diminta. Komputer, gateway, router, dan protokol yang membuat ilusi ini bekerja.